Udah hampir 1 minggu gax ketemu...ada perasaan rindu di hati tapi entah kenapa aku mulai merasakan bisa melalui saat-saat seperti ini. Perasaanku sudah gax sama ketika kamu jauh sebelumnya. Aku takut apakah ini pertanda cintaku mulai luntur karena kelakuanmu...entahlah...Mungkin hatiku sudah sampai pada batas kesabaran sebagai seorang manusia. Aku berusaha mengerti dirimu, berusaha menjadi orang yang sangat sabar menghadapimu tapi semuanya terasa gx berharga di depanmu.
Hati ini sangat terluka dengan semuanya. sikp mu yg seperti itu sangat menguras perasaanku sebagai seorang laki-laki. Setiap saat kamu mengapdate status tapi jarang kamu bertnaya gimana kabarku atau p lah yg lainya. Aku hanya manusia biasa dan itu semua sedikit menyakitkan. Aku adalah pacar kamu tetapi aku kok gx dihargai seperti layaknya seorang kekasih. Aku akui memang kamu sangat menyayangiku dan memberikan banyak perhatian saat kita bersama tapi saat jauh aku tak mendapatkan itu semua.
Andai aku bisa membuang perasaan ini, aku ingin pergi jauh dari kehidupanmu karena mungkin dengan jalan itu kamu bisa menyadari keberadaanku. Berulang kali aku coba tapi selalu gagal, hatiku belum siap untuk kehilanganmu. Hatiku selalu bertanya akan dibawa kemana hubungan ini. Entahlah....aku pun semakin dilanda keraguan...kata cinta dan ketulusan kini hanya tinggal janji manis belaka, yang tak hanya kamu janjikan padaku saja. Kepercayaanku perlahan mulai luntur sayanx....maafkan aku
Daftar Blog Saya
Selasa, 31 Agustus 2010
Jumat, 27 Agustus 2010
For You My Love
Kupikir aku sungguh beruntung memilikimu,
yang mengerti dalam diam,
yang mendukung dengan tepukan ringan di punggungku,
yang ingin bersamaku namun juga tak ingin mengganggu aktivitasku,
yang selalu dan selalu tersenyum lembut dengan segala kerewelanku,
yang selalu paling gembira dan bersemangat atas keberhasilanku.
Kata orang, di balik setiap pria yang hebat, selalu ada wanita yang tangguh.
Tapi kupikir, di balik setiap wanita yang tangguh, ada cinta si pria hebat yang selalu menyokongnya dengan lembut.
------------------------------------------------------------
Memang cinta adalah memberikan yang terbaik bagi yang dicintai,
dan aku bersyukur diberikan yang terbaik untuk dicintai. :)
yang mengerti dalam diam,
yang mendukung dengan tepukan ringan di punggungku,
yang ingin bersamaku namun juga tak ingin mengganggu aktivitasku,
yang selalu dan selalu tersenyum lembut dengan segala kerewelanku,
yang selalu paling gembira dan bersemangat atas keberhasilanku.
Kata orang, di balik setiap pria yang hebat, selalu ada wanita yang tangguh.
Tapi kupikir, di balik setiap wanita yang tangguh, ada cinta si pria hebat yang selalu menyokongnya dengan lembut.
------------------------------------------------------------
Memang cinta adalah memberikan yang terbaik bagi yang dicintai,
dan aku bersyukur diberikan yang terbaik untuk dicintai. :)
Kamis, 19 Agustus 2010
TANPA JUDUL >>>>
Akhirnya, setelah vakum untuk melalang buana mencari apapun yang penting
dan tak penting untuk didapatkan.Semua seakan menumpuk di kepala ini
untuk segera dikeluarkan, walaup[un aq juga g tau apa "itu".Di depan
monitor, hanya bisa memandang keyboard yang mulai menuangkannya.......
Ah...
memang susah membuat setiap hari begitu indah.dalam perjalanan pasti selalu ada tikungan, tanjakan, lobang dan yang lainnya.yang selalu direncanakan pun kadang tidak sesuai dengan yang di harapkan...
dalam lamunanku pun aku bergumam....yah inilah kehidupan...dimana yang ada adalah kenyataan.bukan dunia hayalan yang kita bisa seenaknya mengatur diri kita.eh...ga tau kenapa tiba-tiba aku tersenyum dan lama kelamaan tertawa....
kenapa aku harus pikirkan halini....jalan ini untuk di tempuh bukan di hanya di lihat dan dipikirkan....dunia ini masih luas kawan...banyak yang belum aku ketahui....
kenapa tidak aku jalani dengan hal yang bisa buat aku bangga,walaupun itu kesedihan atau kebahagiaan....
kenapa masa lalu harus aku pikirkan...masa depan juga belum tahu mau jadi apa....iya khan...?tapi masa depan bukannya harus dipirkan dan direncanakan agar klak menjadi orang yang sukses...?iya..memang betul.tapi bila kita selalu memikirkan masa depan kita akan membuat setiap hari begitu keras...setiap hari begitu memabukkan....tenaga dan di pikiran selalu terkuras...nikmatilah semua harimu...walaupun kesenangan, kesedihan, bahkan kegagalan layak dan berhak untuk dinikmati...seperti pepatah, buat apa kamu mencari kebahagian dengan susah payah...kebahagiaan ada pada dirimu...bila kamu ingi bahagia..ya bahagialah semaumu...
aku kadang berpikir dengan pepatah yang menyebutkan hari esok harus lebih baik dari hari ini....menurut penulis itu adalah seperti pakasaan....dimana orang dituntut harus lebuh baik....setiap orang pastilah memiliki kebaikan dan potensi untuk menjadi lebih dibandingkan hari kemari....tergantung tanggapan orang itu sendiri...apabila ia merasa hari ini lebih baik dari hari kemaren walaupun dia hari ini mendapat musibah atau kegagalan, itu karena dia beranggapan musibah atau kegagalan itu lah yang membuat dia belajar dan mengerti supaya tidak gagal di kemudian hari....dia akan berkembang dengan cara yang sadar, bukan tuntutan, sehingga dia begitu menikmati semua hari yang telah di lewati.
alam akan selalu menyeleksi, dan dalam seleksi alam bila seseorang tidak dapat menyesuaikan dengan perkembangan maka dia akan tenggelam tanpa jejak.
nikmati semua harimu dengan cara yang sehat, lakukan semua yang kau mau tanpa membuat orang lain susah...walau penulis juga masih membutuhkan bimbingan untuk hal itu...
marilah bersama-sama belajar menikmati hidup.melakukan hal yang berguna untuk orang lain, sehinnga kita akan di kenang dalam sejarah.amin.
dan tak penting untuk didapatkan.Semua seakan menumpuk di kepala ini
untuk segera dikeluarkan, walaup[un aq juga g tau apa "itu".Di depan
monitor, hanya bisa memandang keyboard yang mulai menuangkannya.......
Ah...
memang susah membuat setiap hari begitu indah.dalam perjalanan pasti selalu ada tikungan, tanjakan, lobang dan yang lainnya.yang selalu direncanakan pun kadang tidak sesuai dengan yang di harapkan...
dalam lamunanku pun aku bergumam....yah inilah kehidupan...dimana yang ada adalah kenyataan.bukan dunia hayalan yang kita bisa seenaknya mengatur diri kita.eh...ga tau kenapa tiba-tiba aku tersenyum dan lama kelamaan tertawa....
kenapa aku harus pikirkan halini....jalan ini untuk di tempuh bukan di hanya di lihat dan dipikirkan....dunia ini masih luas kawan...banyak yang belum aku ketahui....
kenapa tidak aku jalani dengan hal yang bisa buat aku bangga,walaupun itu kesedihan atau kebahagiaan....
kenapa masa lalu harus aku pikirkan...masa depan juga belum tahu mau jadi apa....iya khan...?tapi masa depan bukannya harus dipirkan dan direncanakan agar klak menjadi orang yang sukses...?iya..memang betul.tapi bila kita selalu memikirkan masa depan kita akan membuat setiap hari begitu keras...setiap hari begitu memabukkan....tenaga dan di pikiran selalu terkuras...nikmatilah semua harimu...walaupun kesenangan, kesedihan, bahkan kegagalan layak dan berhak untuk dinikmati...seperti pepatah, buat apa kamu mencari kebahagian dengan susah payah...kebahagiaan ada pada dirimu...bila kamu ingi bahagia..ya bahagialah semaumu...
aku kadang berpikir dengan pepatah yang menyebutkan hari esok harus lebih baik dari hari ini....menurut penulis itu adalah seperti pakasaan....dimana orang dituntut harus lebuh baik....setiap orang pastilah memiliki kebaikan dan potensi untuk menjadi lebih dibandingkan hari kemari....tergantung tanggapan orang itu sendiri...apabila ia merasa hari ini lebih baik dari hari kemaren walaupun dia hari ini mendapat musibah atau kegagalan, itu karena dia beranggapan musibah atau kegagalan itu lah yang membuat dia belajar dan mengerti supaya tidak gagal di kemudian hari....dia akan berkembang dengan cara yang sadar, bukan tuntutan, sehingga dia begitu menikmati semua hari yang telah di lewati.
alam akan selalu menyeleksi, dan dalam seleksi alam bila seseorang tidak dapat menyesuaikan dengan perkembangan maka dia akan tenggelam tanpa jejak.
nikmati semua harimu dengan cara yang sehat, lakukan semua yang kau mau tanpa membuat orang lain susah...walau penulis juga masih membutuhkan bimbingan untuk hal itu...
marilah bersama-sama belajar menikmati hidup.melakukan hal yang berguna untuk orang lain, sehinnga kita akan di kenang dalam sejarah.amin.
Rabu, 11 Agustus 2010
Love kok gx ikhlas….

**balikin semua barang2 q yg ada ma kamu, balikin semua yg sudah aku berikan ma kamu**
Tadi malem aku terbangun dari tidur ku mendengar Hape kesayanganku mengeluarkan nada sms. Benar saja memang ada sms masuk. Sms itu datang dari seorang yang pernah ku sayangi. Aku terkejut, heran, bingung saat membaca sms itu yang bertuliskan “balikin semua barang2 q yg ada ma kamu, balikin semua yg sudah aku berikan ma kamu”.
aku fikir sms itu dikirim mungkin karena kau sudah menyakiti hatinya. Yach… mungkin wajar dia sms seperti itu. Kalo boleh jujur sebenernya ku gx ada niatan sedikipun untuk menyakitinya, itu ku lakukan Karena sikap dia yg tak pernah menghargaiku seblumnya.
Kembali bailk ke sms diatas. Kalo boleh jujur, aku yg ngebaca sms itu merasa malu sendiri. aku ngerasa gx pernah minta, Selalu dia yang memberi tanpa ku minta. Eh.. sekarang dia minta balikin lagi. Memang betul- betul gila..
Bukanya ku gx mau bailkin, tapi ku bingung gimana cara negmbaliinya, karena dari barang yg sudah dia berikan ada yang hilang di curi orang.
Yang ngebuat ku malu lagi yaitu saat ku Tanya berpa total barang2 itu, dia sebutkan nominalnya..
Bebrapa saat kemudian.. aku menelpon salah satu sahabatku. Aku minta pendapatnya, berharap dia bias ngasih jawaban yg bias memberikan solusi. Ehh….. ternyata setelah aku ceritakan semua, dia malah tertawa…
Kenapa kamu tertawa? “tanyaku”
Untung kamu pacaran gx nyampek nikah, kalo mpek nikah.. terus pegatan “jawa” bisa-bisa kamu Cuma bawa kolor wae.. ahahaha “ kata sahabat”. Kemuadian dia lanjutkan jawabanya dg singkat dan padat “CINTA KOK GX IKHLAS”.
Sztztztzttztt……………
Terkahir aku hanya bisa menuliskan ini untukmu:
Aku memank terlalu pandai tuk menutupi smua darimu, aku terlalu pandai tuk memanipulasi smuanya di depanmu, aku terlalu pandai tuk berbohong padamu
maaf karena aku hrus meninggalkan mu sperti ini, maaf karena kau telah ku sakiti,
maaf atas semua yang telah terjadi.
Selasa, 10 Agustus 2010
TANGIS RAMADHAN

Kuteteskan air mata ini, ketika kutahu waktu tlah berjalan tanpa bisa dihentikan. ketika Ramadhan datang, ku tak bisa tuk hentikan agar waktunya tidak terlalu cepat karena dosa-dosaku yang telah lalu belum bisa kutebus dan ku bayar dengan amal yang sholeh. ketika sehari ramadhan berada di depan mata dan hatiku, ku tak bisa bersua. Syukurku padaMU karena aku masih di beri kesempatan tuk menyambut Ramadhan. Namun… ku tak bisa mengambil kembali tahun-tahun yang telah lalu yang telah ku sia-siakan. kemana ramadhan-ramadhanku yang lalu ? kemana kupergunakan?? Kubuat apa bulan yang suci selama ini. Ya Alloh… begitu bodohnya diriku yang telah melewati Ramadhan MU tanpa amal.
Hari ini, aku tak bisa menghentikan air mata yang menetes.. penyesalan begitu menyesakkan dada ini, betapa ku tak bisa bersyukur Ya Robbi hambamu begitu sedih dengan apa yang hamba dapatkan selama ini atas hari-hari yang kulewatkan tanpa amal yang akan menolong hamba di akherat kelak. Apa yang telah ku siapkan??? Ketika Ramadhan datang, barulah hamba sadar bahwa selama ini hamba tidak mempergunakan waktu yang telah ENGKAU berikan dengan sangat bermanfaat..
Maafkan hambaMU yang telah bersedih pada saat datangnya Ramadhan ini. itu karena hamba selalu melewatkan Ramadhan yang penuh berkah tanpa amal yang berlimpah. Sesungguhnya, hamba begitu bahagia dengan datangnya Engkau Ya Ramadhan… tetapi hamba takut belum bisa untuk mengisi hari-harimu dengan amal Sholeh. Ya Alloh kuatkan hamba untuk menghadapi Ramadhan kali ini lebih berlimpah amal dan berkah.. semoga hamba bisa mengisi hari-hari ramadhan kali ini dengan begitu banyak limpahan karunia dari MU ya Robbi…
Ramadhan, engkau begitu suci, bersih, indah, menyejukan,
Ramadhan, Engkau bisa menggetarkan hati yang bimbang, melunakan hati yang keras, menggugah rasa yang angkuh
Ramadhan, engkau telah menggugah asa yang telah hilang kembali untuk memperkuat imanku padaMU ya Robb..
Ramadhan, berikanlah kesempatan kepadaku untuk menerima sebanyak-banyaknya berkah yang Alloh limpahkan tanpa batas
Ramadhan, terimakasih karena engkau telah datang dengan begitu banyaknya limpahan rakhamat dan karuniaMU
Ramadhan, semoga Engkau selalu datang untuku di setiap tahun dengan senyuman dan semangat baru untuk memperbaiki diri yang telah lelah dan kotor
Ramadhan, Sucikanlah kembali seluruh jiwa dan ragaku dalam naungan Alloh SWT
Amiiiiiiiiiiin ya Robbal alamin…
Kamis, 29 Juli 2010
Si Pengemis Tua VS Sang Eksekutif Muda

Seorang tua dengan badan bungkuk, tongkat dan bungkusan plastik kresek hitam yang selalu dirahasiakan apa yang ada didalamnya. Baju compang-camping, sandal beda warna dan ukuran antara kiri dengan kanan yang selalu saja tak pernah mampu ia angkat lebih dari satu sentimeter hingga sangat dihafal irama langkahnya. sreek..sreek..srekk. tidak bisa dicari alasan pembenaran bahwa dia adalah konglomerat yang iseng atau mencari sensasi, dia adalah seorang tua yang menderita dan harus mempertahankan hidup.
Si pengemis tua baru saja duduk. nampak sangat lelah dengan raut muka yang misterius dipertajam dengan garis-garis wajah yang tegas seperti mengalami penderitaan batin dalam. Sesekali dia menatap wajah orang lalu-lalang lantas kembali menunduk.
Ia akan berada disana lebih pagi ketika hari senin-sampai jumat. Yah, dipinggiran jalan sempit menuju kearah kampus tercinta "UNILA", tapi mereka disana bukan untuk kuliah. Dia tidak akan salah memilih tempat, cuma dia tidak bisa memungkiri kesalahan bahwa kehidupanya memungkinkan dia untuk seperti itu. Begitulah ku mengingat pengemis tua di di sekitar kampus ku.
dari dulu hampir setiap hari ku melewti jalan itu dan memberikan beberapa keping uang logam (semoga tidak termasuk riya'), karena dengan itu kau mendapatkan senyum, panggilan "ndoro" (red: tuan) dan yang paling mengesankan adalah mendapatkan do'a yang aku sendiri kesulitan untuk merangkai kata seperti do'o yang ia lafalkan. seperti lebut dan tulus. sebab dengan itu antara orang yang memberi dan pengemis semacam menjalin hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Tetapi apakah do'a dan sebuah pemberian itu merubah benar-benar keadaan? Wallahua'alam
Namun pada hari ini, saat ku melewati jalanan itu, aku ingin marah..
aku ingin meludahi seorang yang bergaya seperti eksekutif muda "cuih....". dengan gaya berpakaian memakai celana dasar hitam, kemeja putih yang rapi dan dihiasi dengan sebuah kain berbetuk dasi dg warna mencolok yang turun dari mobil honda CRV. melihat lelaki muda itu sepertinya berbanding jauh dengan si pengemis tua itu. gaya penampilan yang sok eksekutif muda tak menunjukkan kalo dia adalah seorang yang dermawan. sang sok eksekutif muda itu sepertinya tak melihat atau pura-pura tak melihat, disengaja atau tak disengaja dia menendang sebuah palstik hitam milik si pengemis tua yang diletakkan tepat di hadapnya. sang Eksekutif muda itu bukanya meminta maaf, tetapi justru mecaci maki si pengemis tua itu. Aku tidak tahu persis apa yang dikatakan sang eksekutif muda itu, yang pasti dia seperti tampak marah karena jalanya menjadi terganggu. si pengemis pun terlihat seperti ketakutan dan meminta maaf..
aku berfikir apakah sebagian orang kaya di negeri ini seperti ini, tidak ada rasa simpati terhadap mereka yang lemah dalam ekonomi, rendah dalam status soial? semoga tidak..
aku yakin tidak ada seorangpun didunia ini yang ingin menjadi pengemis, pasti semua ingin menjadi orang sukses. mereka pasti sudah berusaha, namun tuhan sepertinya berkata lain. untuk itu :: janganlah wahai yang namanya eksekutif muda ataupun orang kaya untuk sombong, ingat manusia dihadapan Tuhan sama saja, yang membedakan hanyalah ketaqwaanya.
>>>In a way, aku selalu merasa beresonansi kuat dengan pepatah setengah serius setengah bercanda yang berkata: “Man plans, God laughs”. Manusia boleh berencana, Tuhan tertawa.
Minggu, 18 Juli 2010
Fenomena Mahasiswa Kosan.., “vegetarian atau Gx Punya Uang?”

Menjadi mahsiswa yang jauh dari rumah “ngekost”memang cukup berat, apalagi dengan kondisi keuangan yang pas-pasan. Tapi ini bukan menjadi penghalang buat ku untuk terus bertahan bergelut dengan kondisi yang seperti ini. Dengan uang kiriman yg jika difikir sangat kurang dari ortu, maka ku harus pandai me manage keuangan ku. Ya walaupun ku bukan mahasiswa manajemen keuangan setidaknya, aku bisa belajar memanage keungan ku. Mungkin dari cara ku me manage keuangan yang sedikit ini dengan kebutuhan yang luar biasa banyaknya, kelak jika ku di beri amanah untuk menjadi menteri keuangan ku gx bingung lagi bagaimana me manage keuangan negara dengan APBN yang tidak begitu besar tapi harus memenuhi kebutuhan rkyat inonesia yg jumlahnya lebih dari 200 juta jiwa.
*Ku positive thinking za.. bahwa dg keuangan sekarang ku alami merupakan proses pembelajaran untuk masa depan.*
Berbicara mengenai fenomena kosan, wah… buanyak baget pokonya. Tapi yang pling sering dialami dan menjadi kendala adalah kondisi keuangan dan pola makan. Walaupun ada yg takut kalo tidur sendirian bahkan homesick “mbok-mbok en”.
Penampilan dan tingkah laku tiap mahsiswa kosan berbeda satu sama lain, ada yang rambunya gondrong, kekampus make celana jeans dg sobek dibagian lutut, hobi keluar malam tuk mencari hiburan malam namun ada pula yang berambut rapi, mekai celana dasar dilipat sampai diatas mata kaki serta hobi ke masjid.
**Hayo rif kamu dari dua itu yang mana? “kalo ku mah mengambil dari keduanya mana yang kuanggap baik dan nyaman serta menyenagkan buat ku”
Kalo soal makan…, ?

Kebanyakan mahsiswa kosan makanya gx teratur, bisa sehari satu kali ataupun sehari lima kali. Ini tergantung dari kantong mereka masing2. tapi, kalo aku berbeda dengan mereka. Mereka menggunkan alasan keuangan yang mennetukan mw makan apa hari ini, berpa kali dalam sehari. alsan ini tidak sama sekali ku pergunakan.
Pernah suatu ketika ada yang nanya kepadaku.. “kamu anak kos kan? Pasti gx teratur kan makanya? Udah gx usah malu… ku tahu kok isi kantong mu?”
*Sebagi mahasiwa cerdas ku jawab za…*
Jadi begini ms.. “ku mencoba menenamgkan diri dan berfikir untuk menjawab apa”
>>>aku sehari makan tiga kali, aku juga termasuk mahsiswa pecinta vegetarian. Jadi bagi ku dg isi kantong yang pas-pasan, ku masih bisa menjaga kesehatan badan untuk masa akan datang . “dalam hati.. ku bergumam.. mudah2an alasan ku masuk akal.”
*Kemudian ku menjelaskan lagi dengan gaya2mahsiwa yang meyakinkan.*
Keengganan umum menjadi vegetarian antara lain enggan jadi repot dan terbatas.
Sebagai vegetarian pemula yang masih beradaptasi, ku sering merenung: apakah ini keterbatasan, atau tantangan? 'keterbatasan' adalah gagal menemukan makanan vegetarian, lalu dengan hati masygul makan nasi pakai sayur dan sambal tok, sesekali melirik iri piring teman-teman yang berlimpahkan lauk-pauk. Apalagi baru jadi vegetarian beberapa bulan, segala rasa daging masih kuat bercokol di memori.
Aku tahu persis, bahkan lidah ini seperti masih bisa mengecap tanpa perlu mengunyah, rasa ayam bakar, sop buntut, gule kambing, dan udang goreng.
'Tantangan' adalah menghadapi situasi dan piring yang sama dengan penuh kemenangan. Dan demikianlah upaya ku menyikapi hidup vegetaris. Menjadi vegetarian adalah tantangan dalam satuan hari. Besok adalah tantangan baru, dan seterusnya. Tantangan mengubah persepsi keterbatasan menjadi permainan seru yang dengan serius menantang ku untuk terus menggali etika bermanusia dalam konteks realitas hari ini. Tantangan ku artikan sebagai pembatasan, dan itu tidak sama dengan keterbatasan. Pembatasan adalah kesadaran aktif untuk mengurangi pilihan yang tak perlu.
Berapa banyak pilihan yang sebenarnya sanggup kita tangani? Sering juga ku renungi itu. Ketika seseorang memiliki enam mobil, dua ratus potong baju, lima puluh sepatu, adakah itu membebaskan? Saya selalu merasa ada batas tegas antara butuh dan koleksi. Ketika batas kebutuhan dilampaui hingga memasuki tahap koleksi, maka angka berapapun tak akan pernah cukup. Ketika makanan bukan lagi sarana untuk keberlangsungan hidup, tapi ajang koleksi kenikmatan indrawi, seluruh hewan di Bumi tidak akan pernah cukup. Refleks kita pasti menangkis ‘apa salahnya?’, ‘kalau ada uangnya kenapa tidak?’. Percayalah, aku pun masih menyimpan refleks yang sama. Gen primordial kita sebagai ras yang pernah berjuang antara hidup dan mati demi tidak kelaparan akan selalu mendorong kita untuk sebanyak-banyaknya menumpuk lemak dan protein.
Amati kehidupan kita sendiri: apakah pola konsumsi kita masih dalam koridor butuh, atau sudah koleksi? Setelah itu, barulah lihat kehidupan sekitar kita, dan simpulkan dengan akal sehat: apakah masih etis untuk menerapkan pola koleksi? Jika tidak, sesuatu pasti bisa kita upayakan untuk mengurangi berlebihnya pilihan, membiarkan mereka yang betulan terbatas untuk melangsungkan hidup dengan jumlah pilihan yang layak. Jumlah yang perlu kita bagi.
….******
Setelah ku jelaskan panajang lebar seperti diatas..
yang bertanya meng anguk-angukan kepala. ku yakin dia bingung dengan jawaban panjang ku diatas, bukanya malah ngerti. Karena memang ku sendiri bingung ngomong apa.. ha ha ha
Yang pasti ku coba meyakinkan za bahwa menggunakan argument “vegetarian “ merupakan argumentasi yang sangat tepat untuk menjawab dan mengatasi kondisi keuangan mahasiswa kosan yang pas-pasan atau bahasa kasarnya gx punya uang.
Langganan:
Postingan (Atom)